Sabtu, 12 Februari 2011

Lebih dalam mengenai kerja sama Nokia dan Microsoft

imageJika dalam beberapa hari ini Anda memerhatikan berita IT, tentu saja yang paling menarik perhatian adalah terkuaknya sebuah memo internal Nokia dari CEO-nya Stephen Elop. Di memo tersebut dapat diambil kesimpulan bahwa platform Nokia sedang “terbakar”. Saat ini sedang ada kompetisi panas dari para pesaingnya, dari segi high-end Apple menguasai pasar, dari segi inovasi Google telah merubah permainan dengan platform Android-nya, sedangkan dalam market low-end yang dulu sangat dikuasai Nokia saat ini mulai digerogoti oleh ponsel-ponsel murah asal Cina.

Sebenarnya di dalam Nokia sendiri ada inovasi, masih ingat MeeGo? Ya platform besutan Nokia yang juga berbasiskan Linux ini sebenarnya diancang-ancang menggantikan Symbian yang semakin kaku dan ketinggalan jaman. Tetapi sayangnya Nokia tidak membawanya ke pasaran cukup cepat, sampai akhir 2011 hanya ada satu produk MeeGo di pasaran.

Saya kutip dari memo Stephen Elop “Consumer preference for Nokia declined worldwide”. Sedih tapi sebuah kebenaran. Saya salut dengan kejujuran CEO ini. Negara-negara yang dulunya “basis” tempat Nokia mencari keuntungan, seperti: Russia, jerman, Indonesia, Negara Arab, dan lainnya saat ini sudah berubah. Brand preference rakyat negara tersebut terhadap produk Nokia turun, ini semua tidak lain karena merk-merk terkenal seperti Blackberry, Apple, dan platform Android yang semakin gencar memasarkan produknya.

Lalu, di memo tersebut Elop mengatakan bahwa ia akan mengumumkan strategi baru untuk menyelamatkan Nokia pada 11 februari 2011. Lalu apa yang terjadi kemarin?

imageNokia mengumumkan kerja sama dengan Microsoft. Dan foto di samping merupakan produk konsep yang dibuat oleh kedua perusahaan. Source: Engadget

Saya tidak akan mengomentari desain hardware yang menurut saya mirip dengan Nokia seri C7 dan N8. Tetapi yang menarik adalah apakah kerja sama ini dapat membuat Nokia bersaing kembali dengan Andoid dan Apple iPhone?!.

Walaupun Windows Phone 7 menerima review yang beragam, itu semua kembali ke pengguna. Tetapi saya kira tidak cukup banyak alasan seseorang untuk loncat dari platform yang ia tempati saat ini ke dalam lautan dibawah sana sampai diketahui seberada “dalam” dan “dingin” kah lautan di bawah sana, selagi platform yang ia tempati aman dan nyaman tentunya.

Read more:
1. Stephen Elop’s Memo

0 komentar:

Posting Komentar